Showing posts with label bra. Show all posts
Showing posts with label bra. Show all posts

Ukuran BRA Wanita

Bra berfungsi untuk menyangga dan menjaga keindahan payudara. Bra juga diperlukan untuk alasan kesopanan, agar bagian payudara dapat tertutup dengan baik. Karena setiap wanita membutuhkannya tentu saja ukuran akan berbeda-beda. Seperti beberapa jenis pakaian lain, pemilihan ukuran bra harus benar-benar sesuai dengan tubuh pemakainya. Ukuran bra ditentukan berdasarkan lingkar dada dan besar atau kecilnya payudara.

Ukuran payudara akan menentukan ukuran cup (mangkuk) bra, yang berkisar mulai dari A, B, C, D, sampai ukuran dobel. Apabila seorang wanita memiliki lingkar dada 34 cm dan ukuran cup C, maka ukuran bra yang diperlukannya adalah 34 C.

Cara menentukan ukuran bra adalah dengan mengukur lingkar badan tepat di bawah payudara. Satuan panjang yang digunakan adalah inchi, bukan centimeter.

Jika Anda mendapatkan hasil yang ganjil, maka naikkan satu inchi agar menjadi genap. Misalnya lingkar badan di bawah payudara Anda adalah 31 inchi, bulatkan menjadi 32.

Kemudian ukurlah lingkar payudara Anda. Selisih lingkar payudara dengan lingkar di bawah payudara menentukan cup yang pas untuk membungkus payudara Anda.

Jika lingkar payudara Anda 35, maka selisih antara lingkar payudara dengan lingkar di bawah payudara adalah tiga inchi. Artinya cup yang cocok untuk Anda adalah cup C. Hal ini dikarenakan setiap satu inchi hasil selisih perbedaan antara lingkar payudara dengan lingkar di bawah payudara mewakilkan cup pada bra. Satu inchi untuk cup A, dua inchi untuk cub B dan seterusnya.

Setelah mendapatkan ukuran bra yang tepat, bukan berarti Anda terus-terusan membeli bra dengan ukuran yang sama dari waktu ke waktu. Masih ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan lagi.

Dalam membuat cetakan cup, setiap brand bra tidak menggunakan manekin melainkan orang sebagai model untuk mengukur bra buatan mereka. Sehingga sebagian orang cocok dan pas menggunakan sebuah brand tertentu, tetapi kurang cocok dengan brand lainnya.

Bra umumnya terbuat dari katun atau poliester dengan tambahan bahan-bahan lain, seperti spandex dan renda. Cup bra bisa ditopang dengan kawat berbalut plastik pada bagian bawahnya untuk membantu menaikkan payudara.

Tidak semua bra dilengkapi tali bahu. Bra jenis tersebut disebut strapless dan mengandalkan keberadaan kawat untuk menopang payudara. Sementara, bra yang tidak diberi kawat diperkuat dengan cup yang lebih besar dan kuat, serta tali lingkar dada yang lebar.

Wanita masa kini semakin leluasa dalam memilih bra karena terdapat serangkaian jenis-jenis bra dengan aneka model dan gaya. Tersedia macam-macam bra yang sesuai untuk berbagai bentuk tubuh, situasi pemakaian, dan pakaian luar yang melengkapinya.

Kenapa Bentuk dan Ukuran Payurada pada Wanita bisa berbeda antara yang Kiri dan yang Kanan?

Bentuk payudara yang tidak sama antara kanan dan kiri memang bisa membuat perempuan malu dan frustasi. Sebenarnya apa saja penyebab ukuran payudara wanita asimetris ini?
Ukuran payudara yang asimetris ini hampir dialami oleh 50 persen perempuan, meski demikian beberapa diantaranya tidak terlalu signifikan perbedaannya sehingga terlihat seperti normal.
Sebagian besar dokter beranggapan perbedaan ukuran payudara ini akibat faktor genetik. Hal ini karena pertumbuhan payudara dirangsang oleh pengaruh hormon estrogen pada saat muda.
Awalnya dimulai dengan tunas payudara dan sekitar dua tahun setelah periode menstrausi pertama payudara terus tumbuh sekitar 2-4 tahun lebih. Pada saat itulah kemungkinan terjadi perbedaan ukuran. Setelah seseorang berusia 21 tahun, maka pertumbuhan payudara akan berhenti dan akan berubah saat seseorang hamil atau menopause.
Selain faktor genetik ada pula hal lain yang bisa menyebabkan perbedaan ukuran payudara yaitu :
1. Obat yang dikonsumsi
Obat-obatan berbasis hormon seperti kontrasepsi bisa menyebabkan jaringan payudara tumbuh tapi tidak selalu di kedua payudara.
Tubuh dan jaringan payudara akan merespons peningkatan jumlah hormon dengan pembesaran kelenjar jaringan dan kadang menyebabkan pertumbuhan sementara. Kondisi ini biasanya tidak permanen, tapi jika asimetris tetap ada meskipun obat sudah dihentikan sebaiknya konsultasikan ke dokter.
2. Kehamilan dan menopause
Kedua proses ini menyebabkan fluktuasi kadar hormon yang cukup ekstrem dan kadang menyebabkan perubahan pada tubuh dan payudara.
Saat hamil tubuh bersiap untuk menyusui dengan peningkatan kadar progesteron yang menyebabkan cepatnya pertumbuhan dari sistem saluran susu, kelenjar dan jaringan payudara. Tapi kadang tidak terjadi di kedua payudara. Selama menopause terjadi penurunan estrogen yang menyebabkan lemahnya jaringan ikat pada payudara sehingga kehilangan elastisitas. Tanpa leastisitas, payudara mulai berubah bentuk yang mungkin menyebabkan perbedaan ukuran.
Sebagian besar perbedaan ukuran payudara biasanya tidak memerlukan peroses pembedahan. Tapi jika satu payudara sudah terlihat jauh lebih besar dari ukuran lainnya atau terlihat perbedaannya, maka ada kemungkinan untuk mempertimbangkan operasi plastik oleh dokter.
Kebanyakan ahli bedah memilih untuk tidak melakukan operasi plastik pada perempuan yang berusia di bawah 18 tahun, karena pada saat itu payudara masih tumbuh.
Kecuali jika seseorang mengalami pembesaran payudara besar yang disebut dengan virginal hypertrophy, yaitu memiliki ukuran payudara yang lebih besar dari ukuran cup D pada masa remaja. Operasi mungkin dilakukan pada usia yang jauh lebih muda meskipun payudara lainnya belum selesai pertumbuhannya.
Pembedahan untuk payudara asimetri mungkin melibatkan proses pembesaran salah satu payudara atau keduanya, pengurangan ukuran satu atau kedua payudara, atau pembesaran pada satu payudara dan pengurangan ukuran payudara lainnya. Sekitar 90 persen operasi memperbaiki payudara asimetris ini berhasil.
Perbedaan ukuran antara payudara kiri dan kanan bisa memprediksi risiko untuk terkena kanker. Menurut sebuah penelitian, jika selisih ukurannya makin besar maka harus sering diperiksa karena risiko terkena kanker cenderung makin besar.
Hampir semua perempuan memiliki payudara dengan ukuran yang sedikit berbeda antara sisi kiri dan kanan. Perbedaan ini disebut breast asymmetry dan umumnya tidak menyebabkan gangguan serius, bahkan jarang dilaporkan sampai menggangu penampilan.
Namun menurut penelitian, perbedaan tersebut bisa juga dipakai untuk memprediksi kemungkinan seseorang terkena kanker payudara. Makin besar perbedaan ukurannya, makin besar risiko terkena kanker.
Perbedaan yang dilihat bukan besar-kecilnya ukuran bra yang digunakan, melainkan kepadatan yang ditunjukkan dengan berat masing-masing payudara. Dalam penelitian tersebut, kepadatan massa pada jaringan payudara diukur dengan alat khusus yang disebut mammograph.
Setiap selisih 98,82 gram pada kedua sisi payudara, peningkatan risikonya mencapai 50 persen. Namun dalam penelitian tersebut tidak ditemukan selisih ukuran sebanyak itu, rata-rata ukuran kedua payudara hanya berselisih 48,19 gram hingga 57,6 gram.
Penelitian tersebut melibatkan 504 perempuan dewasa dengan ukuran payudara rata-rata 479,1 gram. Dari sekian banyak relawan yang dilibatkan, hanya 1 orang yang ukuran payudaranya benar-benar simetris atau sama besar antara sisi kiri dengan kanan.
“Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa breast asymmetry berhubungan dengan esterogen. Hormon tersebut juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi risiko kanker payudara,” ungkap salah seorang peneliti.
Meski hasil penelitian ini menunjukkan hubungan erat antara breast asymmetry dengan risiko kanker, Scutt mengatakan masih banyak faktor lain yang mempengaruhinya. Karena itu ia mengatakan, yang terpenting adalah pemeriksaan rutin agar risiko sekecil apapun bisa di deteksi sedini mungkin.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...